Tuesday, September 17, 2019

Review: Ristra Skin Expert Med Soap dan Ristra Sun Care SPF 17

Halooo Assalamu'alaikum..

Beberapa bulan lalu aku ikut event dari Ristra tentang pentingnya merawat wajah. Di acara tersebut aku dapat info-info penting mengenai cara membersihkan wajah yang benar, dan juga pemilihan produk yang tepat untuk kesehatan kulit wajah, terutama untuk daerah beriklim tropis. Ristra mengusung tema "Tropical Skin Expert". Nah, dari acara tersebut aku dapet goodie bag yang isinya Ristra Skin Expert Med Soap dan Ristra Sun Care SPF 17. Yuk kita ulas produknya satu per satu.


Sebelum masuk ke review, perlu diketahui bahwa brand lokal ini sudah lama ada di Indonesia dan mempunyai kualitas yang tidak perlu diragukan lagi, karena semua produknya dibuat dibawah pengawasan dr. Retno I.S. Tranggono, SpKK dan juga sudah melalui uji cosmetodermatology. Selain itu seperti yang tertera di website-nya (www.ristra.co.id) juga disebutkan bahwa semua produk Ristra ini diproduksi sedemikian rupa agar kandungannya sesuai untuk kulit Asia, khususnya yang tinggal di wilayah Tropis seperti Indonesia.

Ristra Skin Expert Med Soap


Aku dapet yg ukuran travel size. Udah sering aku pakai juga, dan aku suka sama hasilnya. Face washnya berbentuk tube dengan warna hijau khas Ristra dan tutup flip-top. Di kemasannya tertera tulisan "pH balanced", yang berarti bagus karena aman untuk kulit sensitif sekalipun.


Teksturnya sendiri mirip gel, berwarna hijau agak buthek. Saat dipakai tidak terlalu banyak busanya, dan terasa agak licin setelah dibasuh. Rasanya nggak kesat dan nggak bikin kulit terasa tertarik sama sekali, tapi wajah tetap bersih.


Menurutku sabun ini sangat worth to buy, karena dengan kualitas yang bagus, sabun ini bisa dibeli dengan harga yang affordable. Memang yang travel size ini not for sale, tapi ukuran aslinya 100 ml bisa dibeli seharga sekitar Rp.39.000,-

Ristra Sun Care SPF 17


Ristra Sun Care ini dikemas dengan tube berwarna kuning cerah yang memamg menunjukkan kalau dia adalah produk sun protection. Tutupnya flip-top yang sangat kencang, nggak bikin mudah tumpah. Di kemasannya tertera kalau sunscreen ini mengandung SPF 17. For me personally SPF segitu masih kurang, tapi buktinya saat dipakai di kulitku proteksinya dari sinar matahari bagus kok.


Teksturnya creamy dan berwarna putih. Agak tebal kalau dibandingkan sunscreen-sunscreen lain yang pernah aku coba, tapi tetap cepat meresap di kulit. Saat dipakai akan terlihat white cast dan membuat warna kulit setingkat lebih cerah.


Sunscreen ini mengandung Titanium Dioxide, yang berarti dia termasuk ke dalam kategori physical sunscreen. Itu yang menyebabkan dia agak tebal dan white cast di kulit. Penjelasan lebih lengkap tentang physical dan chemical sunscreen Insya Allah akan aku buatkan tersendiri post nya ya.

Sekian dulu review dariku tentang dua produk dari Ristra. Sebenarnya produk Ristra itu ada bermacam-macam. Ada cleansing milk, toning lotion, dan moisturizing lotion. Tapi yang aku punya cuma 2 produk ini. Kalian ada yang udah pernah coba produk dari Ristra belum? Semoga postnya bermanfaat yaa. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...




Thursday, September 12, 2019

Review: Wardah Instaperfect Mineralight Matte BB Cushion

Halo Assalamu'alaikum...

Demam cushion sempat melanda beberapa bulan yg lalu ya. Semua brand lokal tiba-tiba ngeluarin BB cushion. Dan aku, karena bukan penggemar makeup yang heavy, nggak begitu tertarik sebenernya. 😂 Untuk sehari-hari aku cuma mengandalkan sunscreen dilanjut bedak tabur (kadang-kadang compact powder atau two way cake). Kalau lagi kondangan paling ditambah face primer aja. Tapi, kadang pengen dandan kondangan atau kerja yang agak "niat", cuma udah bosen sama BB cream dan nggak mau pake foundation. Jadilah aku ngelirik BB cushion.

Karena baaanyak banget BB cushion yang launching akupun jadi bingung mau pilih yang mana. Nontonin youtube sama baca-baca review blog tetep aja nggak tercerahkan, malah makin bingung. Akhirnya capcipcup milih Wardah Instaperfect BB cushion ini sebagai pilihan. Nggak tau kenapa bisa milih ini, mungkin karena packagingnya yang cute, atau karena Wardah pasti selalu jadi brand tempatku pertama kali nyoba suatu makeup baru.

Wardah Instaperfect Mineralight Matte BB Cushion


Packaging :
Karena ini pertama kalinya aku punya BB cushion ya takjub juga sama kemasannya yang bulky. 😂 Tapi sungguh, kemasannya elegan sekali. Warnanya rose gold yang girly banget, bagian luarnya bisa sekalian buat ngaca.


Saat dibuka tampaklah si puff cushionnya yang berwarna pink unyu-unyu. Dan, lagi-lagi karena baru pertama nyoba bb cushion, langsung ber-"ooohh gini to bentuk puff cushion tu" pas pertama kali pegang puff-nya. Kinda weird for me, hahaha. Aku belun pernah pake cushion tapi pernah baca review cushion, dan menurutku dalam sekali tekan puff-nya kurang bisa mengambil produk dalam jumlah banyak, jadi kurang efisien.


Lalu di bawah puff-nya tampaklah sekat pelindungnya (maapkeun udah kotor, udah dipake sebelum difoto-foto untuk review) . Dibuka byak, baaa, muncullah si cushion. Lagi-lagi ber-"ooohh gini to bentuk cushion tu". 😂 kayak sponge yang terendam foundation (lha emang iya 🤣).


Cushion ini isinya 15 gram. Nggak tau aku untuk ukuran cushion ini termasuk banyak atau sedikit karena aku belum berpengalaman sama cushion, tapi satu hal yang pasti, untuk base makeup aku nggak pernah bisa ngabisin sampe habis tak bersisa, jadi buatku sama aja mau isinya banyak atau sedikit.


Shade dan pigmentasi :
Wardah Instaperfect BB cushion yang aku punya shade 13 Beige. Kalau dilihat dari websitenya BB cushion ini punya 4 shade. Di kulitku shade ini Alhamdulillah ngeblend sempurna. Kulitku warm undertone, dan dia nggak menggelap atau berubah jadi abu-abu di kulitku.


Saat pertama pakai bisa terlihat kalau BB cushion yang teksturnya nggak begitu kental ini pigmentasinya sheer-to-medium, tapi buildable. Tapi entah kenapa, aku kurang bisa pakai puff-nya buat ngeratain. Seperti kataku di awal, puff-nya kinda weird for me, apalagi saat pengaplikasian. Aku lebih suka aplikasi foundation atau BB cream pakai sponge atau beauty blender.



Performance :
Zuzur aku jarang banget pakai BB cushion ini, mentok-mentok cuma buat kondangan sama awal-awal pas beli doang. Pas pakai BB cushion ini biasanya aku langsung timpa aja gitu di atas sunscreen, dilanjut dengan loose powder. Aku punya face primer-nya Pixy tapi nggak pernah aku pakai barengan sama BB cushion ini (biasanya gantian), jadi reviewku pure pemakaian tanpa primer apapun.

My bare face tapi udah skincare-an dan pakai sunscreen. Lagi banyak jerawatnya, jadi sekalian bisa ngetes coveragenya di jerawat kayak gimana.

Kiri : Before | Kanan : After (satu layer)

Untuk menutupi bekas jerawat yang kehitaman dan kemerahan dia lumayan ampuh ya. Bekas jerawat kehitaman aja ampuh apalagi flek-flek dan spider vein yang lebih tipis dari bekas jerawat. Tapi nggak bisa menutupi bump jerawat, karena emang nggak ada satupun base makeup yang bisa meratakan tekstur kulit, hanya meratakan warna aja. Tapi untuk menutupi dark circle dia kurang bisa tercover, masih perlu bantuan concealer.

Ini hasilnya satu layer di wajahku

Hasil akhir BB cushion nya agak matte gitu, sesuai namanya ya. Di kulitku yang dry-dehidrated ini, BB cushionnya nggak awet. Duh suwer, malah lebih awet makeupku kalau cuma skincare dilanjut sunscreen langsung timpa powder aja. Walaupun kulitku cenderung kering tapi daerah hidung masih suka berminyak sedikit, dan saat pakai BB cushion ini entah kenapa produksi minyak malah lebih banyak dan terlihat banget cushionnya menggumpal di daerah hidung (dan area hidung yang paling cepet ilang BB cushion nya). Tapi karena belum pernah coba langsung di atas face primer jadi aku belum tau ketahanannya kalau pakai setelah face primer.

Setelah full makeup. Tampak dewy karena efek highlighter ya, bukan karena BB Cushion nya.

Sekian dulu ya review dariku. Maaf kalau masih belepotan dan banyak kurangnya, karena emang belum pernah bikin review complexion makeup hahaha. Menurutku untuk BB cushion seharga Rp.150.000,- an ini kurang worthed ya, karena masih banyak BB cushion lain yang harganya di bawah ini yang bisa dicoba (tapi aku belum tau performanya). Kalau kalian ada pertanyaan, kritik, dan saran bisa banget buat ditulis di kolom komentar di bawah. See you on the next post, Wassalam...


Thursday, September 5, 2019

My Current Hair Care Routine (Updated 2019)

Halooo Assalamu'alaikum...

Berkat postku yang ini, jadi ketauan deh kalo selama ini aku pencitraan jadi anak baik-baik. 🤣 Yap, sejak setaun yang lalu aku memutuskan buat ngecat rambutku yang berwarna hitam menjadi coklat, dan baru beberapa bulan lalu retouch pake warna merah. Iya, merah. Bukan merahnya Ronald Weasley, tapi merahnya Natasha Romanoff. 😁

Mau liat? Nggak boleh dongg. Kalo ini no pict no hoax yaa, ngahaha.

Nah, karena ini kali pertamaku ngecat rambut, jadi aku masih awam banget soal perawatannya. Aku ya ngerawat biasa aja gitu. Ternyata kalo nggak dirawat dengan baik rambutku jadi cepet kering ujungnya dan lepek di akarnya, warna juga cepat kusam. Waduhhh. Nah, karena abis retouch lagi, biar warna yg sekarang ini awet dan biar rambutku nggak mudah kering, aku punya haircare routine yang simple tapi ngefek di rambut berwarnaku. Ini dia produk-produknya :

My Current Hair Care Routine (Updated 2019)


Shampoo : Emeron Nutritive Shampoo Damage Care Avocado
Dulu aku pakai shampoo Emeron yang pink tapi setelah rambutku diwarna aku pakai yang kuning ini untuk damage hair. Wanginya wuenaaak, dan bikin rambut lembut. Yang pasti, harganya murah, hahaha.

[Baca juga: Review: Emeron Soft & Smooth Complete Hair Care]


Hair mask : All-in Cocoa Hair Mask dan Natur Hair Mask Hair Nutritive Treatment
Ada dua hair mask yang aku pakai, yang satu dari merk All-In varian coklat dan dari Natur yg emang khusus untuk colored hair. Dua-duanya enak dan bikin rambut halus, terutama yg Natur, karena memang dia khusus untuk rambut diwarnai.



Hair vitamin : Natur Hair Vitamin
Pas lihat produk ini aku tertarik karena embel-embel "for hair and scalp" (untuk rambut dan kulit kepala). Kalau bisa untuk rambut dan kulit kepala kan jadinya ringkes nggak perlu ribet pakai dua produk berbeda. Dan bisa berfungsi sebagai hair mist juga karena wanginya wuaaah wuenaaak.

[Baca juga: Review: Natur Hair Vitamin Olive Oil & Vitamin E (for Hair and Scalp)]


Itu dia produk yg Alhamdulillah membantu banget di rambutku sekarang ini. Lumayan merawat warna rambutku dan juga menjaga biar gak mudah kering, hehehe. Kalo kalian ada produk andalan buat perawatan rambut nggak? Share yuk jadi kita bisa saling berbagi informasi. Semoga postnya bermanfaat yaa. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...


Wednesday, August 14, 2019

Review: Biore Cleansing Oil

Halo Assalamu'alaikum...

Sebelum baca review ini boleh lho kalau mau cek-cek updated skincare routineku, bisa dilihat di sini yahh hehehe.

Nah, di postku yang itu, aku bilang kalo aku sekarang lagi suka banget first cleanser yang berupa cleansing oil, dan biore ini cinta pertamaku. Kenapa kok bisa gitu? Dibaca sampe habis yaaa. 😁

Biore Cleansing Oil

Packaging :
Kemasannya dari bahan plastik transparan berwarna ungu 😍 dengan dispenser berupa pump. Pumpnya ini masih dilindungi tutup agar terhindar dari kontaminasi debu dan kotoran dari luar.


Kemasannya aku suka banget terutama karena warnanya ungu hahaha. Ungunya cute, terlihat bagus kalau mejeng di kamar mandi. Dan kemasannya juga handy, serta travel-friendly karena ada pelindung tutup lagi di pumpnya sehingga nggak takut bocor kalau dibawa-bawa.


Si biore ini pernah jatuh kesenggol di kamar mandi (maklum kamar mandiku minimalis wkwkwk) dan amannn, nggak bocor, tutup juga nggak retak, pokoknya beneran travel-friendly deh.

Isi dan Tekstur :
Isinya berupa minyak bening (bukan ungu, please 😂) yang sedikiiit lengket (yakali namanya juga minyak). Saat dioleskan ke wajah glides smoothly dan enak dipakai membersihkan sekaligus me-massage kulit.


Tapi memang teksturnya ringan banget loh. Even agak lengket, tapi nggak greasy. YTau kan yang aku maksud? Pokoknya enak banget membersihkan sekaligus massage wajah pakai cleansing oil ini.

Ingredients :
Mineral Oil, PEG-12 Laurate, Isododecane, Water, Isopropyl Palmitate, Cyclopentasiloxane, Decyl Glucoside, Polysorbate 85, Glyceryl Oleate, Isostearic Acid, Isostearyl Glyceryl Ether, Isostearyl Glyceryl Pentaerythrityl Ether, Myristyl Alcohol, Alcohol, Citric Acid, Phosphoric Acid, BHT, Fragrance, Tocopherol

Kandungan nomer satunya mineral oil ya gaes, so buat yang alergi sama mineral oil sebaiknya hati-hati saat mau mencoba produk ini. Kalo di kulitku so far baik-baik aja sih, tapi kondisi kulit tiap orang kan beda-beda ya.

Review :
Kalau di aku cara pakainya tinggal dipakai ke wajah yang masih kering, dan setelah puas membersihkan dan me-massage wajah (sekitar 2-3 menit aja, aku nggak berani terlalu lama karena takut clogged pores) aku basahi sedikit dengan air agar dia ter-emulsify (berubah jadi milk/cairan agak putih susu) dan dilanjutkan menggosok-gosok sebentar. Habis itu dibilas pakai air dan dilanjutkan dengan second cleanser.

Untuk membersihkan base makeup sekaligus makeup-makeup waterproof seperti mascara atau lip cream aku biasanya menggunakan sekitar 3 pump.

Final Thoughts :
Aku pakai ini udah hampir 4 bulan, dan masih ada sisa sedikit padahal selalu aku pakai tiap hari. Dengan harga segitu hitungannya lumayan awet. Aku beli sekitar Rp.90.000,- sampai Rp.110.000,- di Guardian (tergantung ada promo apa nggak).

Semenjak pakai cleansing oil aku udah jarang banget pakai makeup remover untuk membersihkan area mata dan bibir. 😅 Soalnya, walaupun aku suka banget mainan skincare, tapi aku nggak suka ribet. Jadi kalau ada produk yang bisa meringkas proses skincare routineku, why not? Hahaha.

Daya membersihkannya mantap. 😍 Okey, to be honest, nggak sebersih itu kalau untuk makeup waterproofnya sih. Kadang masih ada sedikiiit banget sisa eyeliner atau mascara di sudut dalam mata, itupun karena nggak terjangkau saat pembersihan, bukan karena produknya nggak bagus buat membersihkan. Dan, kalau masuk ke mata, produk ini bikin mata agak pedih, ini sih minusnya bagiku. Tapi untuk membersihkan base makeup seperti bedak, bb cushion, bahkan sunscreen, dia joss top markotop bersihnya! ✨

Repurchase? OFKOURS! Botol ke dua udah otewe di perjalanan, hahaha.

Nah, gimana, jadi berminat buat pindah haluan first cleansernya ke cleansing oil? Sekian dulu review dariku. Kalau ada yang masih kurang atau mau ditanyakan bisa ditulis di kolom komentar bawah ya. Semoga postnya bermanfaat. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...


Thursday, July 25, 2019

Review: Natur Hair Vitamin Olive Oil & Vitamin E (for Hair and Scalp)

Hai hai Assalamu'alaikummm...

Nggak banyak yang tau, habis nikah kemaren aku ngecat rambut, hahaha. Iya, emang nggak dipamerin kemana-mana karena aku berjilbab, jadi cuma suami aja yang lihat, hihihi. Dan karena ini pengalaman pertamaku ngecat rambut, aku nggak tau kalau rambut di cat itu perawatannya ribet ya buebu.

Aku baru tau kalau rambut setelah di cat itu jadi gampang kering. Dan kalau nggak dirawat, warnanya cepat jadi kusam. Whaaat?! Tapi aku nggak kapok kok, besok-besok setelah hamil dan melahirkan mau ngecat rambut lagi pake warna pink #ngawur, ngahaha. 😁

Aku emang punya problem rambut rontok dan tipis sejak dulu, ditambah setelah di cat jadi nambah keluhan rambut kering. Untuk perawatan rambut masih standar shampoo dan conditioner, cuma untuk perawatan tambahan aku rajin hair treatment di salon plus pakai Hair Vitamin dari Natur yang khusus untuk colored hair.

Natur Hair Vitamin Olive Oil & Vitamin E (for Hair and Scalp) 

Nama yg amat sangat panjang sekali 😅 jadi mulai sekarang mari kita singkat menjadi Natur hair vitamin aja ya, hahaha.


Yang bikin aku tertarik untuk mencoba hair vitamin ini karena embel-embel for hair and scalp (untuk rambut dan kulit kepala). Kalau bisa untuk rambut dan kulit kepala kan jadinya ringkes nggak perlu ribet pakai dua produk berbeda.

Kemasan Berupa Spray
Enaknya Natur hair vitamin ini, wadahnya berupa spray, jadi nyaman dan mudah banget saat diaplikasikan. Inget kan wadah tonicnya Natur yang lubang botolnya agak besar itu. Aku selalu depot ke wadah spray saat dulu masih pakai tonicnya Natur.


Spraynya pun nggak yang jenis berat dan susah dipencet gitu. Dan semprotan spraynya pas, nggak yang terlalu melebar ataupun kurang luas jangkauannya, jadi bisa fokus ke kulit kepala kalau emang cuma mau dipake di area kulit kepala, tapi misal untuk di spray jadi "hair mist" juga bisa banget.

Smells Like Heaven
Natur hair vitamin ini wanginya enaaak banget. Kalau pas aku lagi pake hair vitamin ini suamiku suka endus-endus rambutku, hahaha. Aku selalu suka kalau suamiku juga suka. Iya, aku sebucin itu, ngahaha.


Nggak Lengket Di Rambut atau Kulit Kepala
Walaupun nggak ada sensasi minty-minty gitu, tapi tetep rasanya adem nyess enak saat cairan hair vitamin ini nyentuh kulit kepala. Dan cepet meresapnya, nggak menimbulkan sensasi lengket atau greasy atau berminyak gitu. Kayak pakai hair tonic biasa gitu tapi dengan wangi yang enak, hehehe.

Setelah pemakaian cukup lama (udah repurchase 2 kali akutu) hasilnya rambutku lebih mudah diatur, nggak ngembang, lebih berkilau, warna cat rambut jadi lebih awet nggak mudah kusam, dan wangi sepanjang hari. Nanti untuk hair care routineku yang sekarang aku buat postnya sendiri yah. 😁

Thanks Natur, I Love It!
Sejak dulu aku memang pengguna setia Natur, mulai dari jaman problem rambut rontok, nah shampoo dan hair tonicnya yang Ginseng merupakan holy grail banget, cuma emang bikin rambut kasar dan ngembang. Terus Natur reformulasi conditioner dan shampoonya jadi lebih enak dipakai (walaupun hair tonicnya masih agak kayak bau jamu 😅) , dan nggak bikin rambut sekasar dulu. Kemudian mulailah muncul Natur hair mask dan sekarang Natur hair vitamin yang bisa untuk rambut dan kulit kepala, bikin rambut halus, gampang diatur, dan wanginya itu looohhh astagaaa enak bangeeet.

Apakah kalian tergoda juga untuk pakai Natur hair vitamin ini? Sekian dulu review dariku. Kalau ada yang masih kurang atau mau ditanyakan bisa ditulis di kolom komentar bawah ya. Semoga postnya bermanfaat. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...


Tuesday, July 23, 2019

Review: COSRX Oil-Free Ultra-Moisturizing Lotion (with Birch Sap)

Hai Assalamu'alaikum...

Akhirnya bikin review moisturizer yang udah sering sliweran di Instagramku, hahaha. Moisturizer andalan, yang walaupun udah bosen tapi masih belum nemu penggantinya, wkwkwk. Bosen bukan berarti nggak bagus loh ya, don't get me wrong. 😆

COSRX Oil-Free Ultra-Moisturizing Lotion (with Birch Sap)


Awal kenal moisturizer ini gara-gara lihat Instagramnya @kinans.review. Moisturizer ini kesukaannya mbak Ambar karena untuk kulit berminyaknya moisturizer ini cukup melembapkan dan nggak greasy. Waktu awal beli moisturizer ini kondisi kulitku lagi berminyak dehidrasi (walopun sekarang udah berubah kering dehidrasi), jadi aku pikir ini pasti cocok juga.

Kemasan :
Ini adalah moisturizer pertamaku yang bentuknya bukan jar. Biasanya moisturizer kan dikemas dalam wadah jar gitu, tapi si COSRX ini kemasannya botol dengan dispenser berupa pump. Kayaknya ini khasnya COSRX banget ya, hampir semua kemasannya kan seperti ini. Kemasannya juga handy dan travel-friendly jadi aman deh dibawa travelling.


Menurutku pumpnya enak, nggak seret, dan bisa mengeluarkan produk dengan lancar. Kemasan tube kayak gini menurutku sangat higienis karena nggak perlu langsung colek-colek ke dalam produknya, dan pengeluaran produknya pun bisa disesuaikan. Kalau untuk wajahku 3 pump udah bisa merata seluruh wajah. Tambah 1 pump lagi kalo mau sampe leher.

Isi dan Tekstur :
Krimnya berwarna putih mutiara, agak semi-transparan gitu. Teksturnya ringan, nggak pekat, nggak meninggalkan kesan greasy di kulit. Pokoknya everything's about the texture is right menurutku. Setelah diaplikasikan lumayan cepat meresap walaupun tidak menimbulkan efek matte di kulit. Tapi untuk layering produk berikutnya (misal sunscreen atau makeup) nggak masalah, nggak pilling, dan nggak mengganggu tekstur produk berikutnya.



Saat dioleskan stay dulu sebentar di lapisan kulit (tampak basah), abis itu meresap. Cepet kok meresapnya. Dan kalo udah meresap nggak meninggalkan sensasi greasy di kulit.

Ingredients :
Betula Platyphylla Japonica Juice, Butylene Glycol, Glycerin, Dimethicone, Betaine, Cetearyl Alcohol,1,2-Hexanediol, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Sodium Lactate, Ethylhexylglycerin, Sodium Hyaluronate, Allantoin, Panthenol, Xanthan Gum, Ethyl Hexanediol, Citrus Medica Limonum (Lemon) Peel Oil, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil.

Hampir semua dalam huruf Hangeul

Key ingredients :
  • Birch Sap: menenangkan kulit, memberikan kelembapan
  • Betaine Salicylate and Willow Bark Water: exfoliator (pengangkatan sel kulit mati dan membersihkan pori-pori)
  • Snail Secretion Filtrate: melembapkan dan menutrisi kulit

Birch sap (Betula Platyphylla Japonica Juice) adalah salah satu bahan utama kecantikan Korea yang hype banget dalam dua tahun terakhir karena sifatnya yang lembut namun efektif dalam memberikan efek hidrasi. Produk perawatan kulit Korea sering menggunakan birch sap untuk menggantikan air dalam formulasi perawatan kulit. Birch sap memiliki banyak asam amino, enzim, antioksidan dan mineral yang membantu kulit mempertahankan kelembaban dan melindungi fungsi skin barrier. Birch sap sangat ringan, bisa dipakai bersamaan dengan makeup, dan bisa dipakai oleh semua jenis kulit setiap hari.

Betaine salicylate adalah Beta Hydroxy Acid (BHA) keratolitik yang lembut pada kulit dan dikenal untuk memperbaiki warna dan tekstur kulit. Sebagai oil-soluble exfoliator yang bisa menembus ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, BHA lebih efektif dari pada AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang hanya membantu menghilangkan sel-sel kulit mati di lapisan epidermis (AHA adalah water-soluble exfoliator) apabila terdapat keluhan-keluhan seperti jerawat, komedo, membersihkan pori-pori, dan sebagainya. Tetapi karena fungsinya, sel-sel kulit mati dan rusak pada permukaan kulit yang dikikis oleh AHA dapat mendorong pertumbuhan sel-sel kulit baru yang sehat.

Willow Bark Extract digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan karena memiliki sifat astringent, anti-inflamasi, soothing, dan sebagai bahan pelembap. Willow Bark Extract mengandung salycilic acid, BHA yang merupakan exfoliator alami dan digunakan dalam banyak perawatan jerawat karena kemampuannya untuk membersihkan pori-pori. Willow Bark Extract juga mengandung phenolic acid serta flavonoid yang memungkinkan untuk membantu peremajaan kulit.

Snail secretion filtrate adalah lendir yang dihasilkan siput saat bergerak, setelah dikumpulkan dan dimurnikan serta digunakan dalam formulasi perawatan kulit. Lendir siput kaya akan glycosaminoglycans, yang termasuk "natural moisture factor" yang terdapat di kulit. Natural moisture factor membantu kulit mempertahankan kelembaban. Glycosaminoglycans dapat mengikat hampir 1000 kali beratnya dalam air (hyaluronic acid adalah salah satu dari glycosaminoglycans yang secara alami terdapat di kulit), maka dari itu glycosaminoglycans mempunyai peran penting melindungi bagian-bagian sel yang berkontribusi terhadap kolagen dan elastin agar kulit menjadi kenyal dan halus. Dan menurut penelitian ternyata siput memproduksi glycosaminoglycans sendiri, makanya lendir siput bagus untuk menjaga kelembapan kulit.

Review :
Dilihat dari ingredients nya produk ini diklaim mampu menenangkan kulit sekaligus melembapkan dan menutrisi kulit. Moisturizer ini cocok untuk semua jenis kulit, bahkan yang kering, berminyak, sensitif, maupun berjerawat, karena menurutku kandungannya lengkap ada moisturizing agents, anti-acne agents, bahkan exfoliant juga. Produk ini juga paraben-free, sulfate-free, dan fragrance-free, jadi untuk kulit yang sensitif terhadap produk-produk yang mengandung bahan-bahan tersebut sepertinya bakal cocok dengan moisturizer ini.


Di nama produknya ada tulisan "oil-free", tapi aku melihat masih ada kandungan seperti lemon peel oil dan tea tree oil walaupun ada di urutan bawah. Kalo menurutku maksudnya oil-free itu nggak bikin kulit makin berminyak kali ya, bukan produknya yang oil-free. But I don't know, yang penting produk ini works well on my skin mau dalam kondisi lagi berminyak ataupun kering. 

Final Thoughts :
Aku pakai produk ini kira-kira udah 5 bulan lebih, dan memang ini moisturizer paling enak, paling nyaman, paling bagus yang pernah aku coba. Waktu awal pakai kulitku oily-dehydrated, tapi sekarang saat kondisi kulitku dry-dehydrated pun masih cukup lembap kok. Kayaknya aku memang cocok sama jenis moisturizer yang jenisnya humectant gini. Tapi mungkin karena udah bosen ya aku jadi pengen coba sesuatu yang lain.

Untuk klaim-klaimnya di kulitku yang nggak terlalu banyak masalah nggak kelihatan, karena emang kulitku nggak sensitif, nggak acne-prone, tapi memang udah ada flek (noda hitam)nya. Untuk aku pribadi flek nggak bisa dicegah cuma pakai produk ini, harus rutin pakai sunblock juga. Kalau untuk melembapkan seperti yang udah aku bilang di atas saat kondisi kulitku kering atau berminyak sekalipun sama-sama bisa memberikan cukup kelembapan tanpa rasa greasy. Intinya bagus untuk kulitku yang dehidrasi.

Tertarik mencoba si COSRX ini? Atau malah udah nyoba? Share your thoughts di kolom komentar di bawah ya. Semoga postnya bermanfaat. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...


Monday, July 22, 2019

My Current Skincare Routine (Updated 2019)

Halooo Assalamu'alaikum...

It's time to reveal my skincare routine, hihihi. Masih ngabisin beberapa skincare lama, tapi ada updatean baru juga. Intinya skincareku masih buat dehydrated skin walaupun sekarang kulitku cenderung ke kering (dry skin). Nggak tau penyebabnya apa tapi ya sudahlah namanya juga kulit yah, terpengaruh cuaca, lingkungan, produk yang dipakai, bahkan makanan juga pasti bakal merubah kondisi kulit.

My 2019 Skincare Routine

***

Cleansing

First cleanser : Biore Cleansing Oil


Udah lah nggak bisa berkata-kata lagi ini mah juaraaak buat ngapus makeup mau yang tebel atau waterproof juga. Sekarang udah jarang banget pake makeup remover buat harian, langsung pake ini udah rontok semua makeupnya! Ringkes. Definitely bakal repurchase!

Exfoliator : St. Ives Fresh Skin Apricot Scrub


Masih dari St. Ives dong. Kayaknya aku dah cinta mati sama face scrub ini. Ini udah repurchase loh akutu. Sebenernya pengen nyoba yang pink itu yang Radiant Skin tapi kok kayaknya lagi susah dicari di mana-mana huhuhu. Pakainya seminggu dua kali aja atau setelah aku bermakeup yang tebal.

Aku juga udah bikin reviewnya di sini ya.

Second cleanser : Senka Perfect Whip


Aku suka dia berbusa buanyak buanget, bikin sensasi cuci muka jadi menyenangkan. So far nggak bikin kulitku makin kering walaupun busanya banyak. Biasanya aku pakai cuma sedikit banget (sebesar biji jagung) tapi bersihnya nampol.

***

Hydrating

First essence : Age Intense Treatment Essence


Masih si Age Intense Treatment Essence. Pakai dua layer buat maximum hydration. Bentar lagi habis, hooray! (seneng bukan karena produknya nggak bagus loh ya, tapi jd bisa nyoba produk lain 😜)

Hydrating toner : Hadalabo Shirojyun Lotion


Masih pake Hadalabo shirojyun ini, bentar lagi habis juga, uhuy! Lagi ngincer antara Isntree Hyaluronic Acid toner atau Pyunkang Yul essence toner, aku masih galau. 🤷‍♀️

Serum : Laneige Clear C Peeling Serum


First word : enakkk.. Ringan di kulit, bikin cerahnya nyata walopun hasilnya nggak instan. Dia cukup melembapkan juga dan gampang menyerap.

Moisturizer : Innisfree Jeju Orchid Enriched Cream



Krimnya wangiii enakkk menenangkannn dan lembap banget di wajah. Walopun awal pemakaian agak greasy (mungkin karena itu namanya "enriched"?) tapi pas pagi kulitku jadi kenyal dan lembut. Josss! 👍

***

Sunscreen : Skinaqua UV Moisture Milk SPF 50+ PA+++


Masih ngabisin Skinaqua ini. Dia SPF 50 jadi mantep buat indoor maupun outdoor. Nggak greasy, gampang menyerap, nggak bikin white cast. Kusuka kusuka.

Untuk tambahan ada beberapa masker yang lagi aku rutinin pakai, yaitu :

Wardah Mineral+ Clarifying Clay Mask


Pertama pakai ini aku bengong. Kenapa? Karena efek langsung setelah pakai itu kulit mulus-lus-lus halus-lus-lus! Kayaknya nyamuk kalo nemplok bakal kepleset deh. Semulus ituh pemirsah. Pakainya selang-seling sama sheet mask.

Sheet masks is a must!


Suka banget coba-coba sheet mask. Favorit sejauh ini si Mediheal, efeknya beneran kelihatan di kulit, beda sama sheet mask lainnya. Stok di rumah tinggal ini aja. Biasanya aku pakai tiap habis exfoliasi, tapi seringnya sih selang-seling biar gak bikin dompet jebol. 😂

***

Itu tadi skincare yg lagi aku pakai sesuai kondisi kulitku sekarang. No eye cream, I know, karena akhir-akhir ini aku merasa eye cream nggak begitu ngaruh ke kulitku. Agar area mataku ternutrisi aku mengoleskan skincare sampai area mata juga (but gently). Intinya sih tetep hidrasi kulit, apalagi sekarang kulitku cenderung kering. Goalku tetep kulit sehat dan terlihat bagus walau tanpa makeup.

Sekian dulu post update skincare routine dariku. Kalau ada yang masih kurang atau mau ditanyakan bisa ditulis di kolom komentar bawah ya.. Semoga postnya bermanfaat. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...


Wednesday, July 3, 2019

Review: Emina Creamatte Lip Cream

Halooo Assalamu'alaikum..

Akhirnya post tentang lip cream ya.. 😅 Udah lama rasanya nggak nulis tentang lip cream, padahal selama ini sering banget beli lip cream tapi nggak pernah di review dan di swatch hehehe.

Rehat sejenak dari bahasan tentang skincare, kita akan membahas adiksiku lainnya yaitu lip cream. Selain suka sekali memakai skincare, aku juga nggak tahan godaan lip cream. Lip cream sekarang makin beragam, apalagi lip cream lokal, dengan formulasi makin canggih yang nggak bikin bibir kering. Kusuka kusukaaa.. 😍

Makin berumur (?) aku makin suka warna-warna bold untuk sehari-hari. Bukan bold merah cabe semacamnya, tapi lebih ke bold yang seger untuk sehari-hari. Sekarang kalau pake warna nude aku merasa sangat pucat sekali. 😂

Dannn, warna ini ada di lip cream Emina yang shade baru. Aku punya dua shade, satu nuansa peach yaitu Starfish nomer 10, dan satunya nuansa mauve shade Amazeballs nomer 11. Both of them are gorgeous! 😍

Emina Creamatte Lip Cream


Packaging :
Standar kemasan lip cream Emina yaitu kecil imut-imut. Dengan tutup warna hitam dan tubenya sesuai warna shadenya. Sayang banget kotak luarnya dah kebuang. Kalian pasti tau corak motif kotak luar Emina itu cute-cute bangeeet.


Karena kemasannya yang kecil doi jadi gampang masuk ke pouch atau tempat pensil. Tapi walaupun kecil dia gak cepet habis kok.


Isi dan tekstur :
Lip cream ini teksturnya entah kenapa beda-beda bergantung shadenya. Kalau warnanya cenderung "neon" teksturnya encer. Dulu aku pernah punya Emina lip cream juga shade 02 Fuzzy Wuzzy dan 03 Mauvelous pun beda teksturnya, yang 03 Mauvelous lebih encer dibanding yang 02 Fuzzy Wuzzy. Meskipun begitu semua hasil akhirnya velvety matte yang nyaman di bibir.

10. Starfish, 11. Amazeballs

Swatches :
Shade 10 Starfish warnanya peach agak neon gitu kalau di bibirku. Tapi cocok kalau mau makeup yang kelihatan seger. Minusnya emang dia agak patchy jadi saat mau oles ulang tunggu sampe agak nge-set sebentar. 2 pulasan sudah cukup untuk mengcover seluruh bibir.



Shade 11 Amazeballs dia agak pink mauve gitu, favoritku banget karena bikin aku terlihat "dewasa", hahaha. Warnanya pun bagus di kulitku. Saat dioleskan dia glides smoothly, lebih enak dan lebih kental daripada yang shade 10 Starfish. 1 pulasan sudah cukup untuk mengcover seluruh bibir. Yang shade ini juga buildable tanpa merusak layer sebelumnya.



Final thoughts :
Menurutku lip cream ini worthed banget dibeli apalagi karena pilihan shadenya yang beragam. Total setauku ada 15 shade yang bisa dipilih sesuai skin tone kalian. Atau kalau kalian suka bereksperimen bisa dibikin ombre lips karena varian shadenya dari yang pucat sampe yang dark. Dengan harga sekitar Rp.30.000,-an menurutku worthed sekali. Murah, kecil, nggak perlu nunggu lama sampe habis kalau mau explore lip cream lainnya, hahaha.

Sekian dulu review Emina Creamatte dariku. Kalau ada yang masih kurang atau mau ditanyakan bisa ditulis di kolom komentar bawah ya.. Semoga postnya bermanfaat. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...